Selasa, 14 April 2015

pertanyaan tugas softskill



1.       Jelaskan keberadaan 3 pelaku perekonomian indonesia atau perannya!( pemerintah BUMN, koperasi dan swasta)

2.       Hakikat otonomi adalah mengembangkan manusia-manusia  indonesia yang otonomi. Yang memberikan keleluasaan bagi terkuaknya potensi-potensi terbaik yang dimiliki oleh setiap individu secara optimal. Individu-indovidu yang otonom menjadi modal dasar bagi perwujudan otonomi daerah, harus membuka kesempatan yang sama dan seluas-luasnya bagi setiap pelaku dalam rambu yang di sepakati bersama.
a.       Apa yang melatar belakangi otonomi daerah?
b.      Peluang Dan tatanan apa untuk otonomi daerah?

3.       Pembangunan pertanian di indonesia sudah lebih dari 1 abad. Berbagai keberhasilan tercapai, namun sektor pertanian secara inergis dengan contoh lain tidak berkembang. Di persimpangan jalan antara kontribusi pertanian dengan perkembangan ekonomi secara macro!
a.       Apa saja kendala dalam perekonomian indonesia saat ini, khususnya yang berkaitan pada diatas?!

4.       Menurut anda apa tujuan di tetapkannya UUD no.5 tahun 1969 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat. Dan bagaimana perwujudan perekonomian indonesia apabila UUD ini tidak ada?!

~~ Jawaban  ~~

1.       Pemerintah BUMN (perannya)
·         Menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga mengurangi jumlah pengangguran
·         Memberikan pengarahan serta bantuan untuk para pengusaha golongan ekonomi lemah, baik itu untuk koperasi maupun UKM.
·         Memberikan sumbangan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi secara nasional.
·         Menjadi perintis usaha yang belum dilaksanakan oleh koperasi dan pihak swasta, seperti menyediakan kebutuhan masyarakat dengan barang dan jasa yang bermutu serta memadai.
·         Pemerintah dapat melayani masyarakat secara maksimal dengan adanya BUMN.
·         Menjadi sumber pendapatan negara dari pendapatan nonpaja untuk mengisi kas negara.
·         Mencegah agar cabang-cabang produksi yang penting tidak dikuasai oleh sekelompok masyarakat tertentu.
Koperasi (perannya)
·         Alat pendemokrasi ekonomi
·         Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat
·         Membantu pemerintah dalam mengelola cabang-cabang produksi yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak
·         Sebagai soko guru perekonomian nasional Indonesia (tiang utama pembangunan ekonomi nasional)
·         Membantu pemerintah dalam meletakkan fondasi perekonomian nasional yang kuat dengan menjalankan prinsip-prinsip koperasi Indonesia
Swasta
·         Membantu meningkatkan produksi nasional
·         Menciptakan kesempatan dan lapangan pekerjaan
·         Membantu pemerintah dalam usaha pemerataan pendapatan
·         Membantu dalam mengurangi pengangguran
·         Menambah devisa bagi pemerintah
·         Meningkatkan pendapatan negara melalui pajak

2.       A. Otonomi daerah di Indonesia lahir pada saat terjadinya krisis ekonomi, di lanjutkan terjadinya gejolak sosial. Otonomi daerah adalah suatu kewenangan mengurusi daerah itu dengan yang di inginkan oleh pemerintah atau pemimpin daerah tersebut dan pada otonomi daerah pemerintah pusat tidak ikut campur tangan melainkan hanya bertugas sebagai evaluasi saja. Tahun 1997 terjadi krisis ekonomi dan tahun 1999 terjadi gejolak sosial, yang melanda Indonesia diikuti dengan gejolak politik dan berakhirnya pemerintah order baru. Setelah runtuhnya orba, terjadi guncangan terhadap ketatanegaraan, kemudian wacana otonomi daerah berganti sebagai konsepsi alternatif untuk menjawab konsepsing yang telah usang  dan perlu diganti. Latar belakang otonomi daerah ada 2 aspek yaitu aspek internal yang secara mendorong dari dalam peneraan otonomi  dan aspek eksternal, faktor dari luar yang mendorong dan mempercepat implementasi otonomi daerah.

B. dalam otonomi daerah, untuk mengurangi ketergantungan anggaran terhadap pemerintah pusat, pemberian pelayanan publik yang dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat, pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan dan peningkatan otonomi masyarakat lokal dalam mengurus dirinya sendiri.

3.       Dalam pertanian indonesian saat ini, sektor pertanian menurun, menurun dalam jumlah lahan yang semakin sedikit, berkurangnya lahan hijau atau hutan yang diakibatkan tanah menjadi tandus, kesejahteraan petani masih rendah. Indonesia memang kaya akan hasil alamnya, tetapi dalam sumberdaya manusia yang ahli hanya sedikit.


4.       Praktek monopoli adalah pemusatan kekuasaan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.
Persaingan tidak sehat  adalah persaingan antar pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi yang dilakukan secara tidak jujur.  Untuk itu pemerintah menetapkan UUD no.5 tahun 1969, bertujuan untuk mencegahnya tindakan dari oknum-oknum yang ingin melakukan prakter monopoli dan persaingan tidak sehat, menekankan seseorang yang ingin berbuat jahat, menciptakan efektivitas dan efesiensi dalam kegiatan usaha, menciptakan persaingan usaha yang sehat. Tetapi jika tidak adanya UUD ini, maka akan banyak sekali pesaing-pesaing usaha yang berbuat curang, menguasai satu barang produksi, penyetoran barang yang banyak melanggar hukum, terjadinya permainan usaha dengan pesaing yang lebih dominan.

Jumat, 27 Maret 2015

Produk Domestik Bruto(PDB)



BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam bidang ekonomi, produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan. PDB Nominal merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga. 
1.2  Rumusan Masalah
Makalah ini akan membahas tentang :
  • Produk domestik bruto
  • Faktor-faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia
1.3 Tujuan Makalah
  • Mengetahui produk domestik bruto
  • Mengetahu faktor-faktor pertumbuhan ekonomi di Indonesia
BAB II ISI
2.1 Produk domestik bruto
Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar. PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

Antara tahun 1965 sampai 1997 perekonomian Indonesia tumbuh dengan persentase rata-rata per tahunnya tujuh persen. Dengan pencapaian ini Indonesia tidak lagi berada di tingkatan “negara-negara berpendapatan rendah” melainkan masuk ke tingkatan “negara-negara berpendapatan menengah”. Meskipun demikian, krisis keuangan asia yang terjadi di akhir tahun 1990an telah memberikan efek negatif bagi perekenomian nasional, akibatnya produk domestik bruto (PDB) Indonesia turun 13.6 persen di tahun 1998 dan naik sedikit di tahun 1999 sebanyak 0.3 persen. Antara tahun 2000 sampai 2004 perekenomian mulai memulih dengan rata-rata pertumbuhan PDB sebanyak 4.6 persen per tahun. Setelah itu PDB Indonesia meningkat dengan nilai rata- rata per tahun sekitar enam persen, kecuali tahun 2009 dan 2013, ketika gejolak krisis keuangan global dan ketidakpastian terjadi. Meski masih cukup mengagumkan, PDB Indonesia turun ke nilai 4.6 persen dan 5.8 persen pada kedua tahun tersebut.

2.2 Faktor-faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia
·         Faktor internal
Faktor Internal Krisis ekonomi pada tahun 1998 yang disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi nasional, serta lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional pasca  peristiwa tersebut menyebabkan banyak investor asing yang enggan (bahkan hingga sampai saat ini) menanamkan modalnya di Indonesia. Kemudian proses pemulihan serta perbaikan ekonomi nasional juga tidak disertai kestabilan politik dan keamanan yang memadai, penyelesaian konflik sosial , serta tidak adanya kepastian hukum. Padahal faktor-faktor non ekonomi inilah yang merupakan aspek penting dalam menentukan tingkat resiko yang terdapat di dalam suatu Negara untuk menjadi dasar keputusan bagi para pelaku usaha atau investor terutama asing, untuk melakukan usaha atau menginvestasikan modalnya di Negara tersebut
·         Faktor Eksternal
Faktor eskternal Kondisi perdagangan dan perekonomian regional serta dunia merupakan faktor eksternal yang sangat penting untuk mendukung proses pemulihan ekonomi di Indonesia. Apabila kondisi perdagangan dan perekonomian  Negara-negara tersebut terutama mitra Indonesia sedang melemah, maka akan  berdampak pula pada proses pemulihan yang akan semakin mengulur waktu dan akibatnya dapat menghambat kemajuan perekonomian di Indonesia.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto(GNP) atau Produk Domestik Bruto(GDP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor


referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional
http://www.scribd.com/doc/239875700/Faktor-faktor-Penentu-Prospek-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia#scribd
http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/produk-domestik-bruto-indonesia/item253
http://www.mediabpr.com/kamus-bisnis-bank/produk_domestik_bruto.aspx